sudut gelap di ibukota negara
Uzbekistan, Tashkent, terdapatsatu peninggalan paling bersejarah bagi
umat Islam, yaitu Al-Qur'antertua di dunia. Al-Qur'an ini berasal dari
masa pemerintahan khalifahketiga yaitu Utsman bin Affan.
Pembukuanini
dilakukan Utsman untuk mencegah perselisihan dan perbedaan versidari
ayat Alquran, sehingga beliau memutuskan untuk membukukannya.
DiTashkent, Al-Qur'an ini disimpan di sebuah kawasan yang dikenal
dengannama Hast-Imam sebuah lokasi yang jauh dari keramaian orang.
Letaklokasi
penyimpanan Al-Qur'an ini berdekatan dengan makam ilmuwan dariabad
ke-10, Kaffel Sashi. Penyimpanan Alquran ini berada di kawasanbangunan
yang menjadi pusat aktivitas Mufti Uzbekistan atau pimpinankeagamaan
tertinggi di negara ini.
Al-Qur'an
tertulis pertama yang dibukukan ini sangatlah berharga, karenanya
iadisimpan dalam sebuah lemari kaca yang menempel ke dinding.
Sayangnya,karena sudah berusia ratusan tahun, Al-Qur'an ini tidak utuh
lagi. Saatini yang tersisa hanya tinggal sepertiganya saja atau sekitar
250halaman lagi. Ayat-ayatnya ditulis dalam bahasa Hejaz dan ditulis
diatas kulit rusa.
Disebutkanbahwa
Khalifah Utsman membuat lima salinan dari Al-Qur'an ini
danmenyebarkannya ke berbagai wilayah Islam. Selain yang ada di
Tashkent,salinan lainnya juga masih tersimpan di Topkapi Palace di
Istanbul,Turki.
Tidakjauh
dari lokasi penyimpanan Al-Qur'an , ada juga sebuah rumah yangternyata
menaungi benda bersejarah lainnya, yaitu helai rambutRasulullah SAW.
Selain Al-Qur'an tertua, helai rambut ini juga menjadisalah satu koleksi
bersejarah yang dimiliki Asia Tengah dalamketerkaitan mereka dengan
sejarah Islam.
Dilokasi
yang sama juga terletak perpustakaan yang menyimpan kekayaandengan
koleksi bersejarahnya. ''Diperkirakan di perpustakaan itu adasekitar 20
ribu buku dan tiga ribu naskah,''ujar Ikram Akhmedov,asisten sang mufti.
Buku-bukuitu
rata-rata adalah buku tentang sejarah abad pertengahan, astronomi,dan
kedokteran. Namun ada juga Al-Qur'an dan buku-buku tentang ilmuhukum.
''Namun benda tertua di perpustakaan ini adalah Alquran yangberasal dari
abad ketujuh atau dari masa pemerintahan khalifah Utsmanbin
Affan,''jelasnya.
KeberadaanAl-Qur'an
tertua di dunia ini mengingatkan kita betapa kawasan AsiaTengah
memberikan peranan sangat penting dalam sejarah perkembanganagama Islam.
Ini juga merupakan fakta yang tidak bisa dipungkiri, bahwaharta karun
umat Islam berada di negara yang dulunya merupakan pecahannegara komunis
terbesar di dunia, Uni Soviet.
Sejarahsampainya
Al-Qur'an dari dinasti pemerintahan Utsman bin Affan keTashkent ini
sangatlah luar biasa. Setelah kematian Utsman bin Affan,sebagian orang
menyatakan bahwa Al-Qur'an ini dibawa oleh Ali bin AbiThalib ke Kuffah
atau yang sekarang dikenal sebagai Irak.
Tujuhratus
tahun kemudian, ketika Tamerlane (penakluk kawasan Asia Tengah)datang
ke daerah ini, ia menemukan Al-Qur'an ini dan membawanya keibukotanya di
Samarkand, Al-Qur'an ini berada di Samarkand lebih dariempat abad,
hingga orang Rusia menaklukan kota ini pada tahun 1868.
Saatitu,
Gubernur Rusia mengirimkan Alquran ini ke St Petersburg dimanaAl-Qur'an
ini kemudian disimpan di perpustakaan kerajaan. Namun setelahpecahnya
revolusi Bolshevik, Lenin yang sangat bernafsu menguasaidaerah umat
Islam mengirimkan Al-Qur'an ini ke Ufa atau yang kemudiandikenal sebagai
Bashkortostan.
Namunakhirnya,
setelah berulang kali diminta oleh Muslim Tashkent, Al-Qur'anini
akhirnya kembali lagi ke Asia Tengah pada tahun 1924. Sejak saatitu,
Al-Qur'an ini ditempatkan di Tashkent dan berlangsung hingga saatini.
Sejak awal keberadaannya, Al-Qur'an ini telah menarik banyak
orangtermasuk petinggi umat Islam untuk mengunjunginya. Sehingga
dirasakansangat aneh karena Alquran ini masih ditempatkan di lokasi
tersebut.
Barangkaliini
merupakan ketakutan pemerintahan Uzbekistan yang banyak diwarisioleh
nilai-nilai dari era komunis Soviet. Hingga kini mereka masihtidak
mempercayai Islam karenanya mereka juga masih memandang Islamdengan
penuh kecurigaan.
Senin, Januari 09, 2012
hadi wijaya

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar