skip to main |
skip to sidebar

Minggu, Januari 08, 2012

hadi wijaya
No comments
Prosopagnosia
adalah fenomena di mana seseorang tidak mampu mengenali wajah-wajah
orang atau obyek yang seharusnya sudah dikenal. Orang-orang yang
mengalami kekacauan ini biasanya mampu menggunakan perasaan lainnya
untuk mengenali orang-orang, seperti bau parfum seseorang, bentuk atau
gaya rambut, suara, atau bahkan gaya berjalan mereka. Suatu kasus yang
klasik dari kekacauan ini dimuat dalam sebuah buku yang terbit tahun
1998 dan
pernah ditampilkan dalam bentuk opera Michael Nyman berjudul
"The man who mistook his wife for a hat atau orang yang keliru akan
istrinya karena topinya.
Kita mempunyai beberapa pengalaman akan
perasaan, yang datang kepada kita beberapa saat, dari apa yang kita
katakan, dilakukan setelah dikatakan atau dilakukan sebelumnya, di suatu
waktu yang lampau - dari hal-hal di sekeliling kita, berupa masa lalu,
dengan wajah-wajah sama, benda-benda, dan keadaan - dari pengetahuan
kita yang sempurna akan apa yang akan dikatakan nanti, seolah-olah kita
tiba-tiba mengingatnya! - Charles Dickens
Fregoli
Delusion adalah fenomena otak yang jarang terjadi, di mana seseorang
mempercayai bahwa orang-orang yang berbeda, sesungguhnya adalah orang
yang sama yang sedang menyamar. Hal itu sering dihubungkan dengan
paranoid dan kepercayaan bahwa orang yang menyamar itu sedang berusaha
untuk menganiaya dirinya. Kondisi itu diberi nama seperti aktor Italia,
Leopoldo Fregoli yang terkenal dengan kemampuannya untuk merubah diri
secara cepat selama penampilannya aktingnya. Laporan pertama di 1927
dalam sebuah studi kasus pada seorang wanita berusia 27 tahun yang
percaya dia sedang dianiaya oleh dua yang aktor yang sering dilihatnya
di sebuah teater. Dia percaya kalau orang-orang ini "mengejarnya
terus-menerus dengan berubah wujud seperti orang-orang yang dikenalnya\
Capgras
delusion adalah fenomena di mana seseorang percaya bahwa sahabat karib
atau keluarganya sudah berganti identitas seperti seorang penipu. Hal
ini berhubungan dengan kepercayaan kuno bahwa bayi-bayi telah dicuri dan
digantikan oleh peri penculik anak dalam dongeng-dongeng di abad
pertengahan, seperti juga khayalan modern mengenai makhluk asing atau
alien yang mengambil alih tubuh dari orang-orang di bumi untuk dijadikan
sekutu mereka.
Khayalan ini ditemukan paling umum pada pasien
berpenyakit jiwa, tetapi tidak menutup kemungkinan itu juga sudah
mengacaukan pikiran anda
L'esprit
de l'escalier (lelucon di tangga rumah) adalah rasa untuk berpikir
suatu komentar balasan yang cerdas ketika hal itu sudah terlambat untuk
disampaikan. Ungkapan itu dapat digunakan untuk menguraikan tentang
komentar balasan yang cepat terhadap penghinaan, atau setiap komentar
pintar dan jenaka, walaupun kedatangannya sudah terlambatdan tidak
berguna lagi diumpamakan kita berpikir ketika sudah berada di atas
tangga meninggalkan suatu kejadian.
Sebuah kata dari bahasa Jerman
treppenwitz digunakan untuk maksud yang sama. Ungkapan yang terdekat di
dalam bahasa Inggris untuk menguraikan situasi ini adalah "being wise
after the event atau menjadi bijaksana setelah kejadian.
Peristiwa
itu biasanya disertai oleh perasaan penyesalan karena tidak terpikirkan
sebelumnya untuk memberikan komentar balasan yang cepat di saat
diperlukan. Tapi mungkin lebih bijaksana kalau kita berpikir bahwa
balasan itu mungkin bisa merunyamkan hubungan. Tuhan menyintai orang
yang sabar dan menahan diri
Presque
vu sering diungkapkan dengan kata-kata, "serasa sudah di ujung lidah" -
merupakan perasaan yang kuat bahwa anda akan mendapatkan petunjuk atau
ilham akan apa yang terlupa, tapi tidak pernah datang. Istilah "presque
vu" artinya "hampir melihat". Sensasi presque vu dapat sangat
mengacaukan perasaan dan pikiran, dan seringkali orang sudah tidur
dibuatnya
Deja
Senti adalah fenomena akan sesuatu yang pernah dirasakan. Hal ini
eksklusif sebuah fenomena kejiwaan dan jarang menetap di dalam ingatan
anda setelah itu. Di dalam kata-kata dari orang setelah mengalaminya
adalah: "Apa yang menjadi perhatian adalah apa yang sudah diperhatikan
sebelumnya, dan sungguh sudah dikenal, tetapi sudah dilupakan untuk
sementara waktu, dan sekarang merasa puas seakan-akan hal itu telah
diingat kembali. Kemampuan
mengingat itu selalu dimulai dengan suara
orang lain, atau oleh perkataan dari pikiranku sendiri, atau dengan apa
yang kubaca dan perkataan jiwa. Aku pikir selama keadaan tidak normal
aku berkata-kata secara umum beberapa kalimat sederhana seperti Oh, ya.
Aku mengerti , Tentu saja, aku ingat , dan lain-lain, hanya satu atau
dua menit kemudian aku dapat mengingat kembali semuanya, dengan tidak
memerlukan kata-kata maupun pemikiran yang dinyatakan dengan lisan untuk
menimbulkan ingatan. Aku hanya mendapatkan bahwa perasaan itu serupa
dengan apa yang sudah kurasakan sebelumnya di dalam kondisi tidak normal
seperti itu.
Anda berpikir baru saja mengucapkannya, tetapi anda juga menyadari bahwa sesungguhnya tidak mengucapkan suatu kata pun.
Jamais vu (tidak pernah melihat) digambarkan sebagai sebuah situasi sudah pernah dikenal tapi tidak bisa mengenali.
Hal
itu sering dianggap sebagai kebalikan dari deja vu dan menimbulkan
perasaan ngeri dan takut. Anda tidak mengenali sebuah situasi meskipun
anda mengetahui secara rasional bahwa anda telah berada di dalam situasi
itu sebelumnya. Secara umum dapat dijelaskan ketika seseorang beberapa
saat tidak mengenali seseorang, kata, atau tempat yang sebetulnya sudah
diketahuinya. Ini menjadikan orang percaya bahwa jamais vu merupakan
sejenis gejala dari kelelahan otak.
Deja
vu adalah pengalaman tertentu akan sesuatu yang sedang berlangsung di
mana anda sudah mengalaminya atau melihat situasi baru itu sebelumnya -
anda merasa seolah-olah peristiwa telah terjadi atau sedang
mengulanginya.
Pengalaman itu biasanya disertai oleh perasaan yang
kuat seperti sudah mengenal dan suatu perasaan berupa kengerian, asing,
atau aneh. Pengalaman "yang sebelumnya" ini biasanya berhubungan dengan
mimpi, tetapi kadangkadang ada suatu perasaan pasti bahwa itu sudah
terjadi di masa lalu.
0 komentar:
Posting Komentar