Mau beli motor bekas, jangan tertipu
dari bodinya yg ngejreng, namun anda harus memperhatikan beberapa hal
yang mutlak harus diketahui. Berikut tips-tipsnya:
1. Cek harga pasaran
Sebelum anda hunting motor bekas
yang akan anda beli, sebaiknya lakukan cek harga jual motor bekas di
pasaran terlebih dahulu baik dari koran, majalah atau mungkin bisa juga
dari menu pabrikan di situs internet
2. Cek nomor rangka dan mesin motor
Periksa nomor rangka dan mesin
motor, lalu sesuaikan dengan nomor rangka serta nomor mesin yang tertera
pada STNK maupun BPKB. Perhatikan lebih jelas apakah nomor rangka &
mesin motor adalah asli dan bukan ketokan kasar (biasa penjual atau
penadah motor curian mengubah nomor rangka dan mesin dengan cara di
ketok)
Cek nomor polisi ke SMS layanan Polisi. caranya : ketik: Metro(spasi)nomor polisi
contoh : Metro B8118HJ Kirim ke 1717 (Hanya untuk wilayah Jakarta)
3. Cek kondisi fisik
Periksa kondisi body, spion,
baut, dan lain sebagainya, apakah terlihat banyak goresan, kondisi retak
ataupun pecah. Usahakan juga akan lebih baik jika semua yang menempel
pada motor adalah parts orisinil.
4. Cek kondisi oli motor
Usahakan buka dan ukur oli yang
ada di dalam mesin. Pastikan ukuran oli tidak berlebihan, karena oli
yang berlebih akan membuat suara mesin menjadi lebih halus, sehingga
dapat menyembunyikan suara asli motor yang mungkin berbunyi kasar.
5. Cek speedometer
Pastikan agar tidak ada retak
atau adanya bekas pembongkaran. Lihat jumlah berapa km yang telah
ditempuh oleh motor tersebut. Jika diatas 20.000 km maka dapat
dipastikan akan banyak sekali komponen mesin yang akan segera Anda
diganti.
6. Hidupkan mesin motor
Coba hidupkan mesin motor
tersebut, apakah bisa stationer atau langsam. Karena kondisi pada mesin
yang tidak bermasalah dapat langsam pada putaran kurang lebih 1500 rpm.
Serta pastikan juga bahwa tidak ada bunyi-bunyian yang kasar di dalam
mesin.
7. Cek perpindahan gigi
Jalankan kendaraan dan
perhatikan posisi perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tidak.
Apabila terasa sulit berarti menandakan kampas kopling motor tersebut
akan segera habis. Satu lagi yang perlu diperhatikan juga adalah, jika
terdengar suara mendesir pada saat motor berjalan. Kemungkinan besar
gigi primer dari motor tersebut akan segera habis.
8. Cek rangka atau sasis motor
Perhatikan kelurusan roda motor
depan dan belakang, dan pastikan bahwa rangka atau sasis motor tersebut
tidak ada kebengkokkan. Jalankan sekitar 40km/jam dan tekan rem sedikit
mendadak untuk pastikan motor tidak sulit dikendalikan. Hal ini berguna
untuk mendeteksi lurusnya sasis dan poros setang atau setir.
9. Cek kebocoran
Usahakan Anda dapat mencoba
jalankan motor lebih lama, dan setelah motor dijalankan kurang lebih
sekitar 500meter. Perhatikan apakah terlihat adanya oli yang bocor
melalui sela-sela mesin. Atau adanya air radiator bocor bagi motor yang
menggunakan radiator.
10. Cek kondisi kelistrikan
Periksa juga kelistrikan dan
lampu-lampu seperti lampu motor depan, lampu sein, lampu rem belakang,
klakson, lampu speedometer, atau elektrik stater motor. Apabila semua
berfungsi atau hidup, berarti tidak ada kerusakan pada komponen dan
kondisi aki motor tidak ada permasalahan.
11. Cek kondisi roda
Lakukan pengecekan terhadap
kondisi Roda. Bagaimana kelurusan antara roda depan dengan roda
belakang, hal ini untuk meyakinkan bahwa chasis atau rangka tidak
membengkok,motor yang mengalami jatuh atau benturan keras bisa
menyebabkan kebengkokan pada chasis.
12. Kalau bisa cobalah test drive
Mintalah kepada si penjual agar
anda bisa mencoba mengendarai motor tersebut. Anda tentu akan bisa
merasakan apakah motor tersebut ada kelainan atau tidak pada handling
atau pada akselerasinya, dll.
Jangan lupa sesuaikan harga jual
motor bekas yang ditawarkan oleh penjual dengan kondisi motor yang akan
dijual tersebut. Karena setiap motor ada kelebihan dan kekurangan
masing-masing.
Kamis, Februari 09, 2012
hadi wijaya

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar